Minggu, 20 Mei 2012

Terapi Lintah

1.111 Peserta Terapi Lintah Pecahkan Rekor MURI

Iman Herdiana – Okezone
Sabtu, 25 Juni 2011 02:00 wib
BANDUNG – Sebanyak 1.111 peserta terapi lintah dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI). Terapi lintah massal digelar Bekam Ruyah Center (BRC) Berkah Internasional ini berhasil membukukan rekor MURI sebagai peserta terapi lintah terbanyak untuk pengobatan jantung.

 
Pencatatan rekor dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, Jumat (24/6/2011) di Lapangan KPAD Gegerkalong Bandung. Awalnya, Panitia penyelenggara dan perwakilan MURI mentargetkan 1.000 peserta.
Namun, hingga penutupan pada pukul 15.00 WIB, jumlah peserta membludak hingga 1111 peserta. “Sampai jam tiga ada 1.111 peserta, melebihi angka dicadangkan. Padahal rekornya 1.000,” kata Manajer HRD BRC Anis Nasrulhaq, Sabtu (24/6/2011).
Selain mencatat peserta terapi lintah terbanyak, MURI juga mencatat terapis termuda yaitu Nazwa Fathuya Badri yang usianya baru 7 tahun.
Manajer MURI Jusuf Ngadri menyebutkan Rekor Terapi Lintah dicatat dengan Nomor Rekor 4.962. Sedangkan terapis termuda Nazwa Fathuya Badri dicatat dengan Nomor Rekor 4.963.
“Pencatatan terapi lintah ini sudah masuk kriteria superlatif (paling) MURI, yakni sebagai peserta terapi yang jumlahnya terbanyak,” kata Ngadri, di tempat yang sama.
Dia menambahkan, MURI juga mencatat penerapi termuda. “Nazwa merupakan terapis paling muda yang praktek hari ini. Umumnya kan usia penerapi rata-rata berusia 20 tahun ke atas,” jelasnya.

Terapi Lintah Sembuhkan Penyakit Berat

Minggu, 12/07/2009 13:45 WIB
Vera Farah Bararah – detikHealthJakarta, Lintah binatang yang cukup ditakuti. Tapi jangan paranoid dulu, karena lintah mempunyai khasiat yang sangat berarti untuk mengobati penyakit seperti diabetes, jantung, migrain, saraf terjepit, sinusitis, cedera otot dan penyakit karena darah kotor.Penyakit yang paling banyak disembuhkan dengan terapi lintah ini adalah penyakit jantung koroner, gagal jantung, kebocoran jantung, pembengkakan jantung dan migrain.
“Lintah dapat meregenerasi syaraf yang mati sehingga terapi ini sangat bagus untuk mengobati penyakit syaraf dan kardiovaskuler, jadi tidak semua penyakit bisa sembuh dengan terapi lintah,” ujar Bapak Alie terapis lintah yang ditemui detikhealth, Minggu (12/7/2009).
Lintah yang dipergunakan untuk terapi ini adalah lintah jenis Medicinalis yang berasal dari hutan atau sungai di daerah Aceh, karena di daerah tersebut lintah ini masih steril, sedangkan lintah yang terdapat di sawah ataupun lumpur sudah tidak steril lagi. Bisa juga menggunakan lintah Medicinalis yang telah diternakkan.
Pada terapi ini prosesnya adalah dengan menempelkan 2 lintah di titik-titik yang menjadi pusat penyakit tersebut selama setengah sampai satu jam, lalu lintah tersebut dilepas dan pasien akan diberikan ramuan herbal untuk menunjang penyembuhan.Pada saat lintah tersebut ditempelkan, maka lintah akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk meregenerasi saraf, mengeluarkan darah kotor dan menyembuhkan
penyakit, dalam hal ini tidak ada minyak lintah karena 99% tubuh lintah terdiri dari air atau lendir.”Biasanya untuk penderita jantung bisa sembuh secara total dengan 16 kali terapi sedangkan untuk migrain sebanyak 8 kali terapi, namun pasien akan merasa lebih baik setelah 3-4 kali terapi,” ujarnya.
Selain penyakit tersebut, terapi lintah ini juga bisa menyembuhkan kanker namun dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi, bisa mencapai berbulan-bulan tergantung dari keadaan penyakit kanker tersebut.
“Semua orang bisa melakukan terapi lintah kecuali anak-anak di bawah usia 7 tahun dan ibu hamil, karena pada prosesnya ada pengeluaran darah yang takutnya bisa menyebabkan komplikasi pada ibu hamil tersebut,” ujar terapis yang berpraktek di Grogol Jakarta ini.
Harga untuk terapi lintah ini berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 15juta per sesi yang terdiri dari 8 kali terapi, dan biasanya pasien yang sudah melakukan terapi ini hingga selesai akan sembuh secara total.
“Saya mengalami kebocoran jantung namun setelah diterapi lintah selama 2 bulan dan meminum ramuan herbalnya sekarang saya dinyatakan sembuh,” ujar Farida pasien dengan kebocoran jantung.
Tidak ada pantangan dalam melakukan terapi lintah ini tapi setelah sembuh sebaiknya pasien tetap menjaga pola hidup yang sehat, pola makan yang baik dan tetap berolahraga dengan teratur.
Sumber:
http://www.detikhealth.com/read/2009/07/12/134518/1163454/766/terapi-lintah-sembuhkan-penyakit-berat
http://news.okezone.com/read/2011/06/24/340/472505/1-111-peserta-terapi-lintah-pecahkan-rekor-muri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar